Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

9 Masalah Utama Kerusakan Struktur Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 05 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
pic4
pic4 Foto: yesdok.com

9 dari 10 wanita mungkin pernah mengalami masalah rambut bercabang, sebuah kondisi umum yang membuat rambut terlihat kusam, kering, dan rapuh.

Kondisi ini sering menjadi indikasi bahwa rambut sedang tidak sehat atau mengalami kerusakan.

Memahami penyebab dan cara merawat rambut bercabang penting agar rambut tidak semakin rusak, kembali sehat, kuat, dan lebih terawat.

Rambut bercabang, atau secara medis dikenal sebagai trichoptilosis, terjadi ketika ujung helai rambut terbelah menjadi dua atau lebih bagian. Fenomena ini muncul karena rambut kehilangan kelembapan dan protein esensial, membuatnya rentan rapuh dan mudah pecah. Kerusakan ini umumnya terlihat pada ujung rambut, namun berpotensi merambat ke bagian tengah bahkan akar jika tidak segera ditangani.

Beberapa ciri-ciri menunjukkan rambut mengalami masalah bercabang. Ujung rambut tampak terbelah membentuk huruf 'Y' dan terasa kasar saat diraba.

Rambut juga kehilangan kilau alami, terlihat kusam, dan terasa kering serta kaku terutama dari bagian tengah hingga ujung.

Selain itu, rambut yang bercabang cenderung mudah kusut dan sulit diatur. Struktur rambut yang rusak membuat helainya saling membelit dan menyulitkan proses menyisir.

Rambut juga menjadi lebih rapuh dan mudah patah, terutama pada bagian ujungnya.

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Penggunaan alat styling rambut seperti hair dryer, catokan, dan pengeriting rambut terlalu sering dapat merusak lapisan pelindung rambut atau kutikula. Suhu panas yang tinggi menghilangkan kelembapan alami rambut, membuat helai rambut menjadi kering, rapuh, dan rentan bercabang. Penggunaan yang salah, seperti mencatok di tempat yang sama berulang kali, dapat memperparah kerusakan yang ada.

2. Proses Kimiawi Rambut Berulang

Perawatan rambut yang melibatkan bahan kimia, seperti pewarnaan, pelurusan, bleaching, atau pengeritingan, dapat membuat batang rambut menjadi rapuh. Bahan kimia ini merusak lapisan pelindung rambut dan menghilangkan melanin, membuat rambut lemah serta rentan terhadap kerusakan dan percabangan. Memberi jeda waktu yang cukup antara satu perawatan kimia dengan yang lain disarankan untuk menjaga kesehatan rambut.

3. Paparan Sinar Matahari dan Lingkungan Ekstrem

Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, terutama sinar UV, serta angin kencang, polusi, dan udara kering dapat merusak struktur protein rambut dan kutikula.

Kondisi ini menyebabkan rambut kehilangan kelembapan alami, menjadi kering, mudah patah, dan bercabang. Angin kencang juga meningkatkan laju penguapan kelembapan dari helai rambut, memperburuk kekeringan.

4. Penggunaan Produk Perawatan Rambut yang Tidak Tepat

Pemakaian produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung bahan keras, seperti sulfat dan alkohol, cenderung membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya.

Zat kimia ini dapat merusak kutikula dan menyebabkan rambut kehilangan protein alami. Akibatnya, rambut menjadi lebih rentan bercabang dan tampak tidak sehat.

5. Cara Menyisir atau Mengeringkan Rambut yang Salah

Menyisir rambut terlalu keras, terutama saat masih basah, dapat menyebabkan batang rambut rusak dan ujungnya terbelah.

Menggosok rambut dengan handuk secara berlebihan setelah keramas juga menciptakan gesekan yang merusak kutikula rambut. Kebiasaan ini membuat rambut menjadi kasar dan mudah bercabang.

6. Kebiasaan Keramas yang Tidak Tepat

Terlalu sering keramas dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut, sehingga memicu rambut bercabang. Minyak alami ini berfungsi sebagai pelindung dan pelembap alami bagi helai rambut.

Sebaliknya, jarang keramas juga bisa membuat kotoran dan penumpukan produk memperparah kerusakan rambut yang sudah ada.

7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang atau di Bagian yang Sama

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, terutama di bagian yang sama setiap hari, dapat memberikan tekanan berulang pada batang rambut.

Tekanan ini merusak struktur batang rambut, membuatnya rapuh, dan mudah terbelah karena rambut tidak bisa bernapas dengan baik. Variasi posisi ikatan rambut dapat membantu mengurangi tekanan ini.

8. Kekurangan Nutrisi Rambut

Rambut yang tidak sehat dan bercabang juga bisa disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting. Nutrisi seperti protein, zat besi, zinc, dan vitamin B berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kekuatan rambut dari dalam. Kekurangan nutrisi ini dapat melemahkan struktur rambut secara keseluruhan, membuatnya rentan terhadap kerusakan.

9. Jarang Memotong Ujung Rambut (Trimming)

Ujung rambut adalah bagian tertua dari rambut dan lapisan pelindung kutikulanya lama-kelamaan akan terkikis.

Jika tidak dipotong secara rutin, belahan pada serat rambut bisa menjalar ke atas, memperparah kerusakan yang ada.

Memotong ujung rambut secara teratur setiap 6-8 minggu adalah cara paling efektif untuk mencegah dan mengatasi rambut bercabang.

Meskipun rambut bercabang tidak dapat diperbaiki secara permanen setelah terjadi, tindakan pemotongan ujung rambut yang rusak adalah solusi paling efektif.

Selain itu, perawatan yang tepat secara berkelanjutan dapat mencegah masalah ini datang kembali dan menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan.

Dengan memahami berbagai penyebabnya, kamu dapat mengambil langkah proaktif untuk merawat rambut agar tetap kuat dan indah.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, hellosehat.com, handduk.co, sunsilk.co.id, detik.com, halodoc.com, cnfstore.com, wikihow.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update