7 Jenis Masalah Rambut Rontok Berdasarkan Penyebab dan Ciri-cirinya
Normalnya, manusia kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan yang sehat.
Namun, ketika kerontokan melebihi batas normal dan rambut baru tidak tumbuh kembali sebanyak yang rontok, ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang mendasari.
Memahami jenis-jenis kerontokan rambut berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya penting untuk penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai jenis masalah rambut rontok yang umum terjadi.
1. Alopecia Androgenetik
Alopecia androgenetik, atau yang dikenal sebagai kebotakan pola pria dan wanita, umumnya terjadi di bagian depan dan atas kepala.
Kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dan hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron (DHT), yang dapat memperpendek siklus hidup rambut serta mengecilkan folikel rambut.
Pada pria, kerontokan sering dimulai dari atas pelipis, membentuk pola 'M', sementara pada wanita, penipisan terjadi secara bertahap di bagian atas kepala, membuat belahan rambut terlihat semakin lebar.
2. Alopecia Areata
Alopecia areata merupakan penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut, dapat dipicu oleh stres atau infeksi sebelumnya.
Ciri khasnya adalah kebotakan berpola bulat atau seperti pitak yang muncul di satu atau beberapa tempat di kulit kepala, wajah, atau bagian tubuh lain yang berambut, seperti alis dan janggut.
Bercak botak ini bisa membesar dan menyatu, terkadang disertai perubahan pada kuku seperti kemerahan atau berlekuk.
3. Telogen Effluvium
Telogen effluvium ditandai dengan kerontokan rambut yang berlebihan dan tiba-tiba, seringkali mencapai 300 helai per hari, dan biasanya terjadi beberapa bulan setelah tubuh mengalami stres fisik atau emosional yang berat.
Rambut akan menipis secara merata di seluruh bagian kepala dan terasa lebih rapuh, namun kulit kepala umumnya tidak mengalami ruam atau gatal.
Kondisi ini bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali setelah pemicunya diatasi.
4. Postpartum Telogen Effluvium
Postpartum telogen effluvium adalah jenis kerontokan rambut yang terjadi setelah melahirkan, disebabkan oleh penurunan drastis kadar hormon estrogen.
Selama kehamilan, kadar estrogen yang tinggi memperpanjang fase pertumbuhan rambut, sehingga rambut terlihat lebih lebat, namun setelah melahirkan, banyak folikel rambut memasuki fase istirahat secara bersamaan.
Kerontokan rambut ini bersifat difus atau menyebar di semua area kepala, terjadi sekitar 3 hingga 6 bulan pasca melahirkan, dan umumnya bersifat sementara serta akan membaik secara bertahap.
5. Traction Alopecia
Traction alopecia disebabkan oleh tarikan mekanis yang berkepanjangan dan berulang pada akar rambut, seringkali akibat gaya rambut yang terlalu ketat seperti kuncir kuda, kepang, atau penggunaan hair extension.
Penipisan atau kebotakan utamanya terjadi di sepanjang garis rambut depan atau area yang sering ditarik, sering diawali dengan kemerahan, rasa perih, atau benjolan kecil menyerupai jerawat di garis rambut.
Jika dibiarkan, folikel rambut bisa rusak permanen dan menyebabkan kebotakan permanen.
6. Tinea Capitis
Tinea capitis, atau kurap kulit kepala, adalah infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala dan batang rambut menular, terutama pada anak-anak.
Kulit kepala yang terinfeksi akan terasa gatal, bersisik, dan meradang, dengan munculnya bercak botak berbentuk lingkaran yang kering dan bersisik.
Rambut di area ini menjadi rapuh dan mudah patah, dan pada kasus parah bisa disertai benjolan berkerak, pembengkakan kelenjar getah bening, serta demam ringan.
7. Anagen Effluvium
Anagen effluvium adalah kerontokan rambut cepat dan dalam jumlah banyak, biasanya disebabkan oleh pengobatan medis tertentu seperti kemoterapi.
Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut terjadi secara tiba-tiba dan masif tidak hanya di kulit kepala, tetapi juga di seluruh tubuh, termasuk alis, ketiak, punggung, dada, hingga kaki.
Kerontokan ini merupakan efek samping langsung dari pengobatan yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut.
Mengenali jenis masalah rambut rontok berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya adalah langkah awal yang krusial untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang berlebihan, munculnya area botak, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
Diagnosis yang akurat akan membantu menentukan penyebab pasti dan rencana perawatan terbaik untuk mengembalikan kesehatan rambut kamu. Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi terkini sebelum mengambil keputusan.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: mandayahospitalgroup.com, hellosehat.com, diricare.com, msdmanuals.com, ai-care.id, integrafts.com, kompas.com, alodokter.com.
