Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

6 Cara Mengetahui Tingkat Keparahan Rambut Rontok

✍️ Dewi 🕒 19 Sep 2026 👁️ 4x dibaca
rontok4
rontok4 Foto: dove.com

Setiap orang normalnya kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut.

Kerontokan ini biasanya tidak menyebabkan penipisan rambut yang signifikan karena rambut baru akan tumbuh menggantikannya.

Namun, jika kerontokan melebihi batas normal, disertai penipisan, atau gejala lain, kondisi ini perlu diwaspadai dan mungkin menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Berikut adalah cara-cara untuk mengetahui seberapa parah kerontokan pada rambut kamu:

1. Hitung Jumlah Rambut Rontok Harian

Kerontokan rambut yang normal berkisar antara 50 hingga 100 helai per hari.

Jika jumlah rambut yang rontok melebihi 100 helai per hari secara konsisten, atau terasa banyak hingga mencapai satu genggam rambut, ini adalah tanda kerontokan berlebihan.

Kamu bisa memantau jumlah rambut yang tertinggal di sisir setelah menyisir, di bantal saat bangun tidur, atau di saluran pembuangan air setelah keramas.

2. Lakukan Tes Tarik Rambut (Hair Pull Test)

Tes sederhana ini dapat dilakukan di rumah untuk menilai tingkat kerontokan aktif. Pastikan rambut dalam keadaan bersih dan kering, sebaiknya 1-2 hari setelah keramas.

Pegang sekelompok rambut (sekitar 40-60 helai) di dekat kulit kepala menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, lalu tarik secara perlahan tapi mantap dari pangkal hingga ujung rambut.

Hitung berapa banyak helai rambut yang terlepas di tangan kamu. Jika rambut yang terlepas kurang dari 6 helai, kerontokan kamu tergolong normal.

Namun, jika terlepas lebih dari 6 helai dalam sekali tarik, ada kemungkinan kamu mengalami kerontokan aktif yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

3. Perhatikan Penipisan Rambut dan Area Botak

Rambut terasa menipis saat dikuncir atau dipegang, menunjukkan pengurangan volume rambut secara keseluruhan.

Penipisan rambut bisa terjadi secara merata di seluruh kepala atau hanya pada area tertentu, seperti di bagian puncak kepala.

Pada wanita, penipisan rambut di sekitar bagian kuncir rambut juga bisa menjadi indikasi kebotakan.

Munculnya area botak atau garis rambut yang semakin mundur (receding hairline) juga merupakan tanda kerontokan parah.

4. Amati Kondisi Kulit Kepala

Kulit kepala yang tidak sehat dapat menjadi penyebab atau tanda kerontokan parah. Perhatikan jika ada bercak bersisik dan kemerahan, misalnya akibat psoriasis, atau jamur seperti ketombe.

Kulit kepala yang tampak membekas luka (cicatricial alopecia) juga perlu diwaspadai, di mana folikel rambut rusak permanen dan digantikan jaringan parut.

Rasa gatal, sensasi terbakar, atau nyeri pada akar rambut juga bisa menandakan adanya peradangan aktif di kulit kepala (folikulitis).

5. Evaluasi Kualitas Batang Rambut

Rambut yang mudah patah atau putus saat ditarik menunjukkan kurangnya nutrisi atau kerusakan struktur.

Coba rapikan rambut dengan tangan; jika banyak helai yang ikut jatuh dan tertinggal di sela-sela jari, ini bisa menjadi tanda rambut mudah patah atau rontok.

Rambut yang sehat biasanya memiliki efek bounce saat ditarik. Jika rambut mudah patah di tengah atau putus saat ditarik, ini menandakan struktur keratin rusak parah akibat kelainan medis atau defisiensi nutrisi.

6. Periksa Kerontokan di Bagian Tubuh Lain

Kerontokan rambut tidak selalu terbatas pada kulit kepala. Dalam beberapa kasus, seperti alopecia areata, kerontokan juga dapat memengaruhi alis, bulu mata, atau jenggot, menyebabkan penipisan di area tersebut.

Kerontokan rambut di seluruh tubuh juga bisa terjadi, umumnya sebagai efek samping dari kondisi medis atau pengobatan tertentu seperti kemoterapi.

Beberapa faktor dapat menyebabkan rambut rontok. Faktor keturunan atau androgenetic alopecia adalah penyebab paling umum, sering terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Perubahan hormonal, seperti kehamilan, pasca-melahirkan, menopause, gangguan tiroid, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS), dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Tingginya kadar hormon androgen seperti DHT juga dapat menyusutkan folikel rambut.

Stres fisik atau emosional yang parah, misalnya setelah operasi besar, demam tinggi, penurunan berat badan drastis, atau tekanan psikologis, dapat memicu kerontokan rambut sementara (telogen effluvium).

Kekurangan nutrisi, terutama protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan vitamin B kompleks, dapat menghambat pertumbuhan rambut yang kuat.

Penyakit tertentu seperti alopecia areata, infeksi jamur pada kulit kepala (kurap), lupus, gangguan tiroid, dan anemia juga bisa menyebabkan kerontokan.

Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi, obat penekan sistem imun, obat asam urat, dan obat tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Gaya rambut dan perawatan rambut yang salah juga berkontribusi pada kerontokan. Penggunaan ikatan rambut yang terlalu kencang (traction alopecia), hairstyling dengan panas berlebihan, atau penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok dapat merusak folikel dan batang rambut. Trauma fisik pada folikel rambut, trikotilomania (kebiasaan mencabuti rambut), dan kerontokan musiman juga merupakan penyebab yang mungkin.

Perubahan gaya hidup adalah langkah awal yang penting.

Menerapkan pola makan sehat dan seimbang yang kaya protein, zat besi, zinc, vitamin D, dan vitamin B kompleks dapat menutrisi rambut.

Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi atau konseling juga membantu mengurangi kerontokan.

Selain itu, hindari tatanan rambut yang terlalu kencang dan penggunaan alat penata rambut panas secara berlebihan.

Untuk perawatan rambut, gunakan produk yang diformulasikan khusus untuk rambut rontok, seperti sampo dan kondisioner yang mengandung bahan-bahan seperti Rice Oil Essence dan Pro-V multivitamin.

Memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai masker rambut, seperti lidah buaya, minyak kelapa, minyak rosemary, dan santan, juga dapat membantu.

Mencari produk yang mengandung ekstrak akar Sophora Angustifolia atau ekstrak biji Horse Chestnut dapat memperkuat akar rambut dan meningkatkan sirkulasi kulit kepala.

Konsumsi suplemen seperti minyak ikan, ginseng, atau multivitamin dapat membantu menutrisi rambut dari dalam. Namun, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen.

Jika kerontokan rambut parah (lebih dari 100 helai per hari), menyebabkan kebotakan pitak, disertai gatal parah, kulit kepala bersisik, atau terjadi secara tiba-tiba, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Dokter dapat merekomendasikan obat-obatan seperti Minoxidil topikal untuk merangsang pertumbuhan rambut, Finasteride oral, atau antiandrogen untuk wanita.

Pemeriksaan fisik, tes darah, biopsi kulit kepala, atau pemeriksaan kadar hormon seperti DHT dan testosteron mungkin diperlukan untuk menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Meskipun rambut rontok adalah bagian alami dari siklus hidup rambut, kerontokan yang berlebihan adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan memerlukan perhatian.

Mengenali tanda-tanda dan tingkat keparahan kerontokan rambut sejak dini penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kulit jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kerontokan rambut kamu, karena diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan dan kepadatan rambut kamu.

Pastikan untuk memverifikasi informasi terkini sebelum mengambil keputusan atau tindakan apa pun.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, dove.com, alodokter.com, hellosehat.com, sozoskinclinic.com, diricare.com, emc.id, columbiaasia.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update