Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

5 Mitos dan Fakta Seputar Rambut Rusak yang Perlu Diketahui

✍️ Dewi 🕒 22 Sep 2026 👁️ 9x dibaca
rusak8
rusak8 Foto: suara.com

Kerusakan rambut merupakan kondisi umum yang dapat mengurangi rasa percaya diri dan mengganggu kesehatan rambut secara keseluruhan.

Ciri-ciri rambut rusak meliputi rambut rontok, kering, kusam, mudah patah, bercabang, mudah kusut, mengembang, kulit kepala gatal dan berketombe, tekstur rambut berubah, serta rambut menipis.

Penting untuk memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat agar kerusakan tidak semakin parah. Dengan begitu, kamu dapat mengembalikan kesehatan dan keindahan rambut.

5 Mitos dan Fakta Seputar Rambut Rusak

Mitos pertama menyatakan bahwa sering menyisir rambut membuatnya semakin sehat. Faktanya, tindakan menyisir rambut terlalu sering justru dapat menyebabkan gesekan berlebihan.

Ini merusak folikel rambut, melemahkan akar, dan akhirnya membuat rambut mudah rontok.

Cukup sisir rambut tiga kali sehari, yaitu saat bangun tidur, setelah keramas, dan sebelum tidur, menggunakan sisir bergigi lebar untuk mengurangi kerontokan.

Mitos kedua menyebutkan bahwa memotong ujung rambut akan mempercepat pertumbuhan atau membuatnya lebih lebat. Kenyataannya, rambut tumbuh dari folikel di kulit kepala, bukan dari ujungnya.

Memotong ujung rambut secara rutin setiap enam hingga delapan minggu memang penting untuk menghilangkan ujung bercabang dan mencegah kerusakan merambat ke atas, namun tindakan ini tidak memengaruhi kecepatan atau ketebalan pertumbuhan rambut.

Mitos ketiga adalah keramas setiap hari dapat merusak atau membuat rambut rontok. Keramas merupakan cara penting untuk membersihkan rambut dari debu, kotoran, dan minyak.

Terlalu sering keramas memang bisa menghilangkan minyak alami rambut, namun jarang keramas juga berisiko menumpuk kotoran dan bakteri.

Para ahli menyarankan keramas dua hingga tiga kali seminggu menggunakan sampo bebas sulfat dan kondisioner yang tepat untuk menjaga keseimbangan minyak alami rambut.

Mitos keempat mengklaim bahwa penggunaan pengering rambut pasti merusak rambut. Faktanya, penggunaan pengering rambut tidak akan merusak jika dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan. Kerusakan umumnya terjadi akibat suhu yang terlalu tinggi atau tidak menggunakan perlindungan seperti vitamin rambut atau heat protectant sebelumnya.

Mitos kelima adalah rambut halus tidak memerlukan kondisioner. Padahal, kondisioner berfungsi menutrisi, melembapkan, dan mengunci kelembapan alami rambut, serta mengatasi kerusakan pada kutikula.

Semua jenis rambut, termasuk rambut halus, membutuhkan nutrisi dan kelembapan tambahan yang tidak bisa diberikan hanya oleh sampo demi menjaga kesehatan dan kelembutannya.

Penyebab Rambut Rusak

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab rambut rusak. Paparan panas berlebih dari alat styling seperti catokan dan pengering rambut, serta penggunaan bahan kimia dari pewarnaan atau pelurusan rambut, merupakan pemicu utama.

Faktor lingkungan seperti sinar matahari berlebihan dan polusi udara juga berkontribusi pada kerusakan rambut.

Selain itu, kebiasaan merawat rambut yang salah seperti keramas terlalu sering atau jarang, menggunakan air panas, tidak memakai kondisioner, serta menyisir terlalu kasar, dapat memperparah kondisi.

Kurangnya asupan nutrisi dari pola makan yang buruk, stres jangka panjang, kondisi medis tertentu seperti hipotiroidisme, dan faktor usia juga memengaruhi kesehatan rambut.

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang dan jarang memotong ujung rambut bercabang juga termasuk penyebab kerusakan.

Solusi Mengatasi Rambut Rusak

Untuk mengatasi rambut rusak, langkah pertama adalah rutin memotong ujung rambut setiap dua hingga tiga bulan sekali.

Ini membantu menghilangkan ujung yang bercabang dan kering, mencegah kerusakan merambat ke atas.

Gunakan sampo dan kondisioner khusus yang diformulasikan untuk rambut rusak, bebas sulfat, serta kaya pelembap dan protein.

Rutin mengaplikasikan masker rambut alami satu hingga dua kali seminggu, misalnya dari telur atau minyak zaitun, juga bermanfaat untuk menutrisi dan melembapkan.

Batasi penggunaan alat styling panas dan selalu aplikasikan vitamin rambut atau heat protectant sebelumnya. Lindungi rambut dari sinar matahari dengan topi atau produk pelindung UV, serta hindari produk kimia berlebihan seperti pewarnaan rambut yang terlalu sering.

Perhatikan cara mengeringkan rambut dengan menepuk-nepuk perlahan menggunakan handuk, bukan menggosok kuat. Sisir rambut secara perlahan dengan sisir bergigi lebar untuk menghindari kerontokan.

Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Jadwalkan keramas dua hingga tiga kali seminggu untuk menjaga keseimbangan minyak alami rambut.

Memahami mitos dan fakta seputar rambut rusak penting untuk melakukan perawatan yang tepat. Konsistensi dalam perawatan dan perubahan kebiasaan buruk dapat membantu mengembalikan kesehatan serta keindahan rambut.

Jika kerusakan rambut tidak membaik dengan perawatan mandiri, konsultasi dengan dokter atau ahli rambut disarankan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: dove.com, alodokter.com, clearhaircare.com, hellosehat.com, femaledaily.com, cnnindonesia.com, beautynesia.id, liputan6.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update