Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

5 Mitos dan Fakta Seputar Ketombe yang Perlu Diketahui

✍️ Dewi 🕒 22 Sep 2026 👁️ 4x dibaca
ketombe4
ketombe4 Foto: epiphanydermatology.com

5 mitos umum seputar ketombe seringkali membingungkan banyak orang dalam upaya mengatasi kondisi kulit kepala ini.

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang umum, ditandai dengan serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan yang mengelupas dari kulit kepala dan terlihat pada rambut serta bahu.

Kondisi ini seringkali disertai rasa gatal, dan dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Penyebab Ketombe yang Sering Terjadi

Ketombe dapat muncul karena beberapa faktor, salah satunya adalah pertumbuhan berlebih jamur Malassezia yang secara alami hidup di kulit kepala orang dewasa.

Jamur ini memakan minyak di kulit kepala, dan pertumbuhannya yang tidak terkontrol dapat memicu iritasi serta penumpukan sel kulit mati berlebihan.

Selain itu, dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit kepala yang berminyak dan iritasi, juga menjadi penyebab utama karena minyak berlebih menjadi makanan bagi jamur dan merangsang pengelupasan kulit.

Kulit kepala yang kering juga bisa menyebabkan serpihan putih, meskipun biasanya lebih kecil dan tidak berminyak dibandingkan ketombe yang disebabkan oleh dermatitis seboroik.

Kebersihan kulit kepala yang kurang memadai, seperti jarang mencuci rambut, dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan minyak yang memperburuk ketombe.

Sensitivitas terhadap bahan-bahan dalam produk perawatan rambut, tingkat stres yang tinggi, dan beberapa kondisi medis seperti eksim atau psoriasis juga dapat memengaruhi kesehatan kulit kepala dan memicu ketombe.

Solusi Efektif Mengatasi Ketombe

Untuk mengatasi ketombe, penggunaan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfida, ketoconazole, tar batubara, atau tea tree oil dianjurkan.

Penting untuk menggunakan sampo ini secara teratur sesuai petunjuk agar hasilnya optimal.

Menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas rutin sesuai jenis rambut, serta menghindari air panas saat mencuci rambut, juga merupakan langkah penting.

Pengelolaan stres yang baik dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala secara keseluruhan, sementara perbaikan pola makan dengan mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, seng, vitamin B, dan probiotik juga berkontribusi pada kulit kepala yang sehat.

Selain itu, batasi penggunaan produk penata rambut atau pewarna rambut yang berpotensi mengiritasi kulit kepala.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan rumahan atau disertai gejala parah, konsultasi dengan dokter kulit disarankan untuk penanganan lebih lanjut.

1. Mitos: Ketombe Disebabkan oleh Kulit Kepala Kering

Banyak orang percaya bahwa ketombe hanya muncul karena kulit kepala kering, tetapi ini adalah kesalahpahaman umum. Faktanya, ketombe justru seringkali dipicu oleh produksi minyak berlebih di kulit kepala.

Minyak ini kemudian dimanfaatkan oleh ragi Malassezia yang tumbuh berlebihan, menyebabkan iritasi dan pengelupasan sel kulit mati.

2. Mitos: Ketombe Itu Menular

Anggapan bahwa ketombe bisa menular dari satu orang ke orang lain adalah tidak benar.

Ketombe tidak menular, karena jamur Malassezia yang berperan dalam kemunculannya sebenarnya sudah ada di kulit kepala setiap orang sebagai flora normal.

Kondisi ketombe muncul ketika jamur ini tumbuh berlebihan karena faktor-faktor tertentu.

3. Mitos: Jarang Keramas adalah Satu-satunya Penyebab Ketombe

Meski jarang keramas dapat memperburuk ketombe karena penumpukan minyak dan sel kulit mati, hal itu bukan satu-satunya penyebab.

Ketombe juga bisa muncul pada orang yang rajin keramas, terutama jika mereka memiliki kulit kepala sensitif atau mengalami dermatitis seboroik.

Bahkan, terlalu sering keramas dengan produk yang tidak tepat juga dapat mengiritasi kulit kepala dan memicu ketombe.

4. Mitos: Ketombe Hanya Terjadi di Kulit Kepala

Ketombe tidak hanya terbatas pada kulit kepala saja.

Serpihan kulit mati ini juga bisa ditemukan di area tubuh lain yang memproduksi minyak berlebih, seperti alis, di sekitar telinga, dan di sepanjang sisi hidung.

Ini menunjukkan bahwa masalah ketombe dapat meluas ke area kulit lain yang memiliki karakteristik serupa dengan kulit kepala.

5. Mitos: Ketombe Adalah Organisme Hidup

Ketombe bukanlah organisme hidup, melainkan sel kulit mati yang terkelupas secara berlebihan dari kulit kepala.

Meskipun jamur Malassezia yang berperan dalam proses ini memang organisme hidup, serpihan ketombe itu sendiri merupakan kumpulan sel-sel mati. Pemahaman ini penting untuk memilih perawatan yang tepat.

Memahami mitos dan fakta seputar ketombe akan membantu kamu dalam memilih perawatan yang lebih efektif. Selalu pastikan untuk memverifikasi informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau produk tertentu.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: columbiaasia.co.id, hellosehat.com, kemkes.go.id, watsons.co.id, kalbarprov.go.id, sunsilk.co.id, halodoc.com, siloamhospitals.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update