Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

3 Makanan Paling Berpengaruh pada Rambut Berketombe dan 7 Tips Pencegahannya

✍️ Dewi 🕒 26 Sep 2026 👁️ 6x dibaca
pic4
pic4 Foto: idntimes.com

Ketombe seringkali muncul karena berbagai faktor, termasuk gaya hidup dan pola makan. Artikel ini mengulas tiga jenis makanan yang dapat memicu ketombe serta tujuh langkah pencegahan yang bisa kamu terapkan untuk kulit kepala sehat.

Masalah ketombe, kondisi kulit kepala yang umum terjadi, ditandai serpihan putih atau kekuningan, gatal, dan kemerahan.

Ketombe dapat disebabkan oleh jamur Malassezia, kulit kepala kering, dermatitis seboroik, sensitivitas terhadap produk rambut, hingga dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan.

Artikel ini akan membahas tiga jenis makanan yang paling berpengaruh pada rambut berketombe serta memberikan tips pencegahannya.

Beberapa jenis makanan memiliki dampak signifikan terhadap kondisi kulit kepala, yang berpotensi memperparah atau bahkan memicu timbulnya ketombe.

Mengetahui makanan-makanan ini dapat membantu kamu dalam menyusun pola makan yang lebih baik untuk kesehatan rambut.

1. Makanan Tinggi Gula dan Pemanis Buatan

Konsumsi gula berlebih menjadi pemicu utama ketombe karena meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

Peningkatan insulin ini memicu peradangan, menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia untuk berkembang biak di kulit kepala.

Asupan gula yang tinggi juga dapat menyerap vitamin B, C, dan E, nutrisi penting dalam diet antiketombe.

Contoh makanan ini adalah permen, kue, minuman bersoda, es krim, coklat manis, dan minuman berpemanis lainnya.

2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Trans

Makanan seperti gorengan, daging berlemak, mentega, dan makanan cepat saji dapat memicu produksi minyak berlebih atau sebum pada kulit kepala.

Kulit kepala yang terlalu berminyak terasa lebih berat, lengket, dan mudah gatal, kondisi yang memperparah ketombe.

Jika kulit kepala digaruk karena gatal, rambut bisa lebih mudah patah atau rontok.

Burger, pizza, kentang goreng, ayam goreng tepung, margarin, kue kering kemasan, dan daging berlemak tinggi termasuk dalam kategori ini.

3. Produk Olahan Susu

Beberapa orang mungkin mengalami ketombe yang dipicu oleh konsumsi produk olahan susu dan turunannya seperti es krim atau keju.

Protein kasein dalam susu dapat memicu peradangan, sementara hormon IGF-1 dalam susu sapi merangsang produksi sebum berlebih. Kondisi berminyak ini mendukung pertumbuhan jamur penyebab ketombe.

Contoh produk ini adalah susu murni, keju, yogurt dengan gula berlebih, mentega, dan es krim berbasis susu.

Selain memperhatikan asupan makanan, ada beberapa tips pencegahan ketombe yang bisa kamu terapkan secara rutin.

Langkah-langkah ini berfokus pada kebersihan dan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan kulit kepala.

Menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas teratur penting untuk membersihkan penumpukan minyak, keringat, kotoran, dan sisa produk rambut.

Frekuensi keramas dapat disesuaikan, misalnya setiap hari atau dua hari sekali, tergantung jenis rambut dan aktivitas harian.

Gunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole untuk melawan jamur penyebab ketombe.

Mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala, karena stres adalah salah satu faktor yang memperburuk kondisi ketombe.

Lakukan aktivitas yang menenangkan seperti berolahraga secara teratur, meditasi, yoga, atau memastikan waktu istirahat yang cukup.

Menerapkan pola makan sehat dan seimbang juga berpengaruh pada kesehatan rambut dan kulit kepala dari dalam.

Konsumsi makanan yang kaya vitamin B, C, E, mineral seperti zinc, protein, dan asam lemak esensial omega-3.

Ikan seperti salmon dan tuna, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan, dan makanan fermentasi seperti tempe merupakan pilihan yang baik.

Mencukupi kebutuhan cairan harian dengan mengonsumsi air putih minimal delapan gelas sehari penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, termasuk kulit kepala.

Kulit kepala yang terhidrasi dengan baik cenderung tidak kering, sehingga mengurangi risiko munculnya ketombe yang disebabkan oleh kulit kepala kering.

Meskipun gatal adalah gejala umum ketombe, hindari menggaruk kulit kepala terlalu keras karena dapat memperparah iritasi, menyebabkan luka, dan membuat rambut lebih mudah patah atau rontok.

Fokus pada perawatan yang menenangkan kulit kepala untuk mengurangi gatal.

Menggunakan produk perawatan rambut yang tepat dan tidak berlebihan juga krusial. Pilih sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis kulit kepala kamu.

Hindari penggunaan hair spray atau gel secara berlebihan, sebab penumpukan bahan kimia dapat merusak kulit kepala, folikel rambut, dan menyumbat pori-pori.

Hindari menyisir rambut saat basah karena rambut dalam kondisi ini rapuh, lemah, dan rentan rusak. Sebaiknya keringkan rambut terlebih dahulu dengan handuk lembut sebelum menyisir.

Jika harus menyisir saat rambut agak basah, gunakan sisir bergigi renggang dan sisir secara perlahan untuk menghindari kerusakan rambut.

Mengatasi ketombe membutuhkan pendekatan holistik yang menggabungkan perawatan dari luar dan dalam tubuh. Perubahan pola makan mungkin membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu untuk menunjukkan hasil nyata.

Jika ketombe tidak kunjung hilang atau justru semakin parah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan kulit kepala.

Pastikan kamu selalu memverifikasi informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau perubahan pola makan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: klikdokter.com, halodoc.com, hellosehat.com, fimela.com, carehospitals.com, jawapos.com, kompas.com, clearhaircare.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update