Selasa, 15 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

10 Kebiasaan Perawatan Rambut Ini Picu Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
bercabang4
bercabang4 Foto: evamuliaclinic.com

Pahami 10 kebiasaan perawatan rambut yang sering memicu ujung rambut bercabang. Artikel ini menjelaskan penyebab, ciri, dan solusi efektif untuk menjaga kesehatan rambut kamu dari kerusakan.

10 kebiasaan perawatan rambut keliru seringkali menjadi pemicu utama kondisi rambut bercabang, atau secara medis dikenal sebagai trichoptilosis. Kondisi umum ini membuat ujung helai rambut terbelah menjadi dua atau lebih bagian, ditandai dengan tampilan kering, rapuh, dan kusam. Kerusakan ini umumnya terjadi pada kutikula atau lapisan pelindung terluar rambut yang rusak, menyebabkan serat keratin di dalamnya terpapar dan kehilangan kelembapan.

Rambut bercabang seringkali disebabkan oleh kebiasaan perawatan rambut yang keliru dan paparan faktor eksternal yang merusak. Berikut adalah perawatan rambut yang dapat menyebabkan rambut bercabang:

1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan

Penggunaan alat penata rambut panas secara berlebihan seperti hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut dengan suhu tinggi dapat memicu kerusakan. Panas yang ekstrem menghilangkan kelembapan alami rambut, merusak lapisan pelindung atau kutikula, serta membuat batang rambut menjadi kering dan rapuh. Kerusakan ini akhirnya memicu ujung rambut mudah terbelah, terutama jika alat digunakan berulang kali pada bagian yang sama tanpa pelindung panas.

2. Perawatan Rambut dengan Bahan Kimia Berlebihan

Terlalu sering melakukan perawatan rambut dengan bahan kimia seperti pewarnaan rambut, bleaching, smoothing, atau perming juga berisiko tinggi. Bahan kimia keras dalam produk tersebut dapat mengubah struktur rambut, merusak kutikula, dan melemahkan batang rambut. Proses ini membuat rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan rentan bercabang, terutama jika dilakukan berulang tanpa jeda dan nutrisi tambahan.

3. Keramas Terlalu Sering

Mencuci rambut setiap hari atau keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi melembapkan dan melindungi rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering dan kehilangan pertahanan alaminya.

Kondisi kering ini membuat rambut rentan terhadap kerusakan, termasuk munculnya ujung yang bercabang.

4. Jarang Menggunakan Kondisioner dan Masker Rambut

Melewatkan penggunaan kondisioner setelah keramas atau tidak rutin memakai masker rambut adalah kebiasaan yang perlu dihindari. Tanpa kondisioner, rambut kehilangan kelembapan dan pelindung alaminya, menjadikannya kering dan kasar.

Masker rambut juga berperan penting dalam memberikan nutrisi dan kelembapan ekstra yang esensial untuk menjaga kesehatan serta kehalusan rambut.

5. Menggosok Rambut dengan Handuk Kasar dan Menyisir Saat Basah

Mengeringkan rambut dengan menggosoknya secara kasar menggunakan handuk biasa atau menyisir rambut saat masih basah dapat menyebabkan kerusakan signifikan.

Rambut berada pada titik paling lemah dan rapuh ketika basah.

Menggosok kasar atau menyisir paksa memicu gesekan berlebihan yang merusak kutikula dan batang rambut, sehingga mempercepat kerusakan dan percabangan.

6. Mengikat Rambut Terlalu Kencang atau di Tempat yang Sama

Kebiasaan selalu mengikat rambut dalam model ponytail, bun, atau kepang yang terlalu kencang, terutama di bagian yang sama setiap hari, dapat merusak rambut. Tekanan kuat dan gesekan berulang dari ikatan rambut dapat merusak batang rambut dan menghambat pergerakan bebasnya. Akibatnya, rambut menjadi rapuh dan mudah terbelah, dengan kerusakan yang bisa lebih parah jika rambut diikat saat masih basah.

7. Paparan Sinar Matahari dan Polusi Berlebihan

Sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung rambut membuat rambut terpapar sinar matahari dan polusi berlebihan.

Sinar UV dari matahari dapat merusak struktur protein rambut dan menghilangkan kelembapan alaminya, membuat rambut kering, kusam, dan mudah patah.

Polusi seperti debu dan asap juga menempel pada rambut, memperparah kerusakan dan memicu percabangan.

8. Penggunaan Produk Perawatan Rambut yang Tidak Tepat atau Berbahan Keras

Menggunakan sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung sulfat dan alkohol tinggi dapat berdampak buruk. Bahan-bahan keras ini cenderung menghilangkan minyak alami dan kelembapan rambut, merusak nutrisi, serta membuat rambut kusut, kering, dan rapuh. Kondisi ini secara langsung meningkatkan kerentanan rambut terhadap percabangan.

9. Jarang Memotong Ujung Rambut

Tidak rutin menggunting atau trim ujung rambut adalah salah satu penyebab utama rambut bercabang yang terus memburuk. Satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan rambut bercabang yang sudah ada adalah dengan memotong bagian yang rusak. Jika dibiarkan, ujung rambut yang bercabang cenderung rusak dan merambat ke atas di sepanjang batang rambut, menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

10. Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi penting seperti protein, zat besi, zinc, atau vitamin B yang tidak tercukupi dapat melemahkan rambut dari dalam. Nutrisi ini berperan krusial dalam menjaga kesehatan dan kekuatan rambut. Kekurangan gizi dapat membuat struktur rambut menjadi lemah, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan dan percabangan.

Untuk mengatasi dan mencegah rambut bercabang, beberapa langkah perawatan yang tepat perlu dilakukan secara konsisten.

Rutin menggunting ujung rambut setiap 6, 8 minggu sekali adalah penting untuk menghilangkan bagian yang rusak dan mencegah percabangan merambat ke atas.

Selalu aplikasikan kondisioner setelah keramas dan gunakan masker rambut minimal seminggu sekali untuk menjaga kelembapan serta menutrisi rambut secara mendalam. Batasi frekuensi penggunaan alat penata rambut panas seperti hair dryer dan catokan. Jika harus menggunakannya, aplikasikan produk pelindung panas atau heat protector terlebih dahulu untuk meminimalkan kerusakan.

Hindari keramas terlalu sering; cuci rambut setiap dua atau tiga hari sekali untuk menjaga minyak alami rambut yang berfungsi sebagai pelindung. Keringkan rambut dengan lembut menggunakan handuk microfiber dan tepuk-tepuk rambut secara perlahan, hindari menggosok kasar yang bisa merusak kutikula.

Sisir rambut dengan hati-hati secara perlahan, mulai dari ujung untuk mengurai kusut, dan hindari menyisir saat rambut masih basah. Gunakan sisir bergigi jarang untuk mengurangi gesekan.

Lindungi rambut dari paparan sinar UV dan polusi dengan menggunakan topi, payung, atau produk rambut mengandung SPF saat beraktivitas di luar ruangan.

Jika melakukan perawatan kimia seperti pewarnaan atau pelurusan, berikan jeda waktu yang cukup agar rambut dapat pulih dan beregenerasi. Cukupi kebutuhan nutrisi rambut dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin, dan mineral seperti zinc, serta minum air putih yang cukup setiap hari.

Terakhir, pilih produk perawatan rambut yang tepat dan sesuai dengan jenis rambut kamu.

Hindari produk yang mengandung bahan kimia keras seperti sulfat dan alkohol tinggi yang dapat menghilangkan kelembapan alami rambut.

Rambut bercabang adalah indikator bahwa rambut mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian lebih dari kamu.

Meskipun ujung rambut yang sudah bercabang tidak dapat diperbaiki dan satu-satunya solusi adalah memotongnya, pencegahan adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan rambut.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan kebiasaan perawatan rambut yang benar secara konsisten, kamu dapat memiliki rambut yang sehat, kuat, dan bebas bercabang.

Jika masalah rambut bercabang terus berlanjut atau parah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis rambut atau penata rambut profesional guna mendapatkan solusi yang lebih tepat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, alodokter.com, okadoc.com, halodoc.com, cnnindonesia.com, kino.co.id, sunsilk.co.id, rudyhadisuwarno.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update