Senin, 07 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

Sering Pakai Hairdryer Bikin Rambut Kering Kerontang? Ini Teknik Pengeringan yang Benar

✍️ Dewi 🕒 07 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Jaga jarak hairdryer
Jaga jarak hairdryer Foto: laifen.co.id

Menggunakan hairdryer sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Praktis, cepat, dan bikin rambut tampak lebih bervolume adalah alasan utama kenapa alat penata rambut ini sulit dilepaskan. Namun, masalah baru biasanya muncul setelah pemakaian jangka panjang: batang rambut terasa kasar seperti sapu lidi, ujungnya bercabang, hingga tampak kusam tak bernyawa.

Kondisi rambut yang kering kerontang akibat pengering rambut sebenarnya bukan sepenuhnya salah alat tersebut. Penyebab utamanya kerap terletak pada kesalahan teknik dan kebiasaan pengeringan yang destruktif. Paparan suhu panas ekstrem secara terus-menerus dapat merusak lapisan kutikula (pelindung luar rambut) dan menguapkan kelembapan alami di dalam korteks rambut.

Supaya rambut tetap sehat, lembut, dan bebas dari kelembapan ekstrem yang hilang, pahami langkah dan teknik pengeringan yang benar berikut ini.

1. Keringkan dengan Handuk Microfiber Terlebih Dahulu

Kesalahan paling umum adalah langsung mengarahkan angin panas hairdryer ke rambut yang masih basah kuyup. Rambut yang sangat basah berada dalam kondisi paling rapuh dan rentan patah. Selain itu, mengeringkan rambut basah kuyup membutuhkan waktu paparan panas yang jauh lebih lama.

Sebelum menyalakan hairdryer, serap sisa air menggunakan handuk berbahan microfiber atau kaus katun berbahan lembut. Hindari menggosok-gosokkan handuk ke kepala secara kasar karena gesekan tersebut dapat merusak kutikula. Cukup tepuk-tepuk dan peras rambut secara perlahan hingga kondisi rambut mencapai sekitar 50% sampai 60% kering (lembab).

2. Wajib Menggunakan Heat Protectant

Sama seperti kulit yang membutuhkan sunscreen sebelum terpapar matahari, rambut juga wajib mendapatkan perlindungan sebelum terpapar suhu tinggi dari alat styling. Produk heat protectant bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung tak kasatmata di atas permukaan batang rambut.

Lapisan ini berfungsi mendistribusikan panas secara lebih merata serta menahan kelembapan alami di dalam rambut agar tidak mudah menguap. Kamu bisa memilih heat protectant berupa spray, serum, atau leave-in conditioner. Aplikasikan secara merata dari tengah hingga ujung rambut sebelum proses pengeringan dimulai.

3. Jaga Jarak Aman Pengeringan

Menempelkan corong hairdryer terlalu dekat ke batang rambut agar cepat kering adalah kebiasaan buruk yang paling merusak. Suhu tinggi yang terkonsentrasi pada satu titik dapat "membakar" kutikula rambut dalam hitungan detik.

Aturan emas dalam mengeringkan rambut adalah menjaga jarak aman minimal 15 hingga 20 cm antara ujung hairdryer dan kepala. Selalu gerakkan hairdryer secara konstan dan berputar. Jangan membiarkan angin panas berdiam di satu area rambut lebih dari tiga detik.

4. Atur Suhu Panas dan Kecepatan Angin

Hampir semua hairdryer modern dilengkapi dengan pengaturan suhu (heat) dan kecepatan (speed). Menggunakan mode paling panas tidak selalu menjadi keputusan yang bijak.

5. Arahkan Angin dari Atas ke Bawah

Teknik mengarahkan hairdryer menentukan hasil akhir kerapian rambut. Mengeringkan rambut secara asal-asalan dari arah bawah ke atas akan membuat lapisan kutikula terbuka kasar. Alhasil, rambut akan tampak mengembang tidak teratur, kusut, dan kusam.

Posisikan hairdryer di atas kepala dan arahkan alirannya sejajar dari pangkal ke ujung rambut (searah dengan arah tumbuhnya kutikula). Teknik ini membantu menutup kembali kutikula yang terbuka, sehingga permukaan rambut menjadi lebih rata dan memantulkan cahaya dengan baik.

6. Bagi Rambut Menjadi Beberapa Bagian (Sectioning)

Mengeringkan seluruh rambut sekaligus tanpa membaginya sering kali membuat prosesnya tidak merata. Bagian luar mungkin sudah kering dan terpapar panas berlebih, sementara bagian dalam dekat tengkuk masih basah.

Jepit dan bagi rambut menjadi tiga atau empat bagian kecil. Keringkan bagian bawah terlebih dahulu, kemudian berlanjut ke bagian atas secara bertahap. Selain membuat pengeringan lebih cepat dan merata, teknik ini meminimalkan durasi paparan panas berlebih pada area tertentu.

7. Akhiri Selalu dengan Fitur Cool Shot

Fitur tombol angin dingin (cool shot) pada hairdryer sering dipandang sebelah mata, padahal fungsinya sangat krusial. Setelah rambut 90% kering menggunakan angin hangat, kunci hasilnya dengan mengalirkan angin dingin ke seluruh bagian rambut.

Suhu dingin berfungsi mengunci kelembapan dan merapatkan kembali lapisan kutikula rambut secara sempurna. Efeknya, rambut tidak hanya terasa lebih halus dan berkilau, tetapi juga bentuk tatanannya bisa tahan lebih lama sepanjang hari.

Kesimpulan

Menggunakan hairdryer setiap hari tidak selalu berakhir dengan rambut yang rusak dan kering kerontang. Kerusakan rambut umumnya terjadi bukan karena alatnya, melainkan karena kesalahan teknik pengeringan, seperti menyetel suhu terlalu tinggi, memegang alat terlalu dekat, atau mengabaikan penggunaan produk pelindung.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, mulai dari menyerap air dengan handuk microfiber, mengaplikasikan heat protectant, menjaga jarak aman, hingga menguncinya dengan angin dingin, kamu tetap bisa menikmati kepraktisan hairdryer setiap hari tanpa perlu mengorbankan kesehatan dan kelembutan rambut.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update