8 Perubahan Hormonal Pemicu Rambut Rontok yang Perlu Kamu Ketahui
Kehilangan 50 hingga 100 helai rambut setiap hari merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut alami.
Namun, kerontokan rambut berlebihan atau penipisan signifikan dapat mengindikasikan masalah kesehatan, termasuk perubahan hormonal.
Hormon memiliki peran krusial dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut, sehingga ketidakseimbangan hormon dapat mengganggu siklus ini dan menyebabkan rambut menjadi rapuh serta mudah rontok.
Memahami berbagai perubahan hormonal yang memengaruhi kesehatan rambut adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat. Berikut adalah delapan perubahan hormonal umum yang bisa menjadi penyebab rambut rontok.
1. Kehamilan dan Pasca Melahirkan
Perempuan sering mengalami kerontokan rambut menyebar di seluruh kepala setelah melahirkan, dikenal sebagai postpartum telogen effluvium. Kondisi ini biasanya terjadi sekitar tiga hingga enam bulan pascamelahirkan, saat kadar hormon estrogen yang tinggi selama kehamilan tiba-tiba turun drastis. Akibatnya, ribuan folikel rambut yang seharusnya rontok selama kehamilan kini masuk fase istirahat secara bersamaan, menyebabkan kerontokan yang bersifat sementara dan umumnya akan tumbuh kembali.
2. Menopause
Penipisan rambut menyeluruh, terutama di bagian atas kepala dan pelebaran belahan rambut, merupakan ciri khas kerontokan saat menopause.
Penurunan signifikan kadar hormon estrogen dan progesteron mempersingkat fase pertumbuhan rambut. Ini juga meningkatkan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon androgen, yang berkontribusi pada penipisan rambut.
3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
Wanita dengan PCOS sering mengalami penipisan rambut di kulit kepala, pelebaran belahan rambut, dan garis rambut yang mulai mundur.
Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan produksi hormon androgen, seperti testosteron, yang mengecilkan folikel rambut dan mengganggu siklus pertumbuhan.
Gejala lain seperti pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh, jerawat parah, serta gangguan menstruasi sering menyertai PCOS.
4. Gangguan Tiroid
Kondisi hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) maupun hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid) dapat menyebabkan kerontokan rambut menyeluruh.
Hormon tiroid (T3 dan T4) penting untuk metabolisme dan pertumbuhan sel, termasuk folikel rambut.
Ketidakseimbangan ini memperlambat fase pertumbuhan rambut dan mempercepat fase kerontokan, membuat rambut menjadi lebih tipis dan rapuh.
5. Stres
Stres fisik atau emosional yang intens dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang tinggi dapat mempercepat folikel rambut masuk ke fase istirahat secara prematur. Kerontokan rambut menyebar di seluruh kulit kepala, dikenal sebagai telogen effluvium, sering dimulai beberapa bulan setelah peristiwa pemicu stres. Stres kronis juga dapat mengganggu keseimbangan hormon lain dan menciptakan lingkungan inflamasi di folikel rambut.
6. Penggunaan Kontrasepsi Hormonal
Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron akibat penggunaan, penggantian merek, atau penghentian pil KB hormonal dapat memicu kerontokan rambut.
Kerontokan ini umumnya bersifat sementara dan merupakan efek samping dari fluktuasi hormon. Konsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan jenis atau dosis kontrasepsi adalah langkah yang tepat.
7. Pubertas
Fluktuasi hormon estrogen dan androgen selama masa pubertas juga dapat memengaruhi folikel rambut pada wanita muda, menyebabkan kerontokan rambut.
Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring stabilnya kadar hormon. Menjaga perawatan rambut yang baik dan nutrisi seimbang membantu dalam fase ini.
8. Siklus Menstruasi
Beberapa wanita mengalami kerontokan rambut lebih banyak sebelum, selama, atau setelah menstruasi, yang umumnya bersifat sementara.
Penurunan kadar hormon estrogen menjelang menstruasi dapat mempercepat fase telogen atau fase kerontokan rambut.
Anemia defisiensi besi akibat menstruasi berat juga bisa menjadi penyebab kerontokan karena zat besi penting untuk mengangkut oksigen ke folikel rambut.
Rambut rontok akibat perubahan hormonal adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Mengidentifikasi penyebab pasti kerontokan rambut melalui konsultasi dengan dokter atau dermatolog sangatlah penting.
Dengan diagnosis dan penanganan dini yang sesuai, kerontokan dapat dicegah, pertumbuhan rambut baru dapat dirangsang, serta kesehatan rambut secara keseluruhan dapat terjaga.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: klikdokter.com, dove.com, halodoc.com, columbiaasia.co.id, alodokter.com, kelaya.co.id, yesdok.com, nonawoman.com.
