Senin, 14 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDaerah
Beranda › Berita
Berita

10 Jenis Rambut Rusak yang Perlu Kamu Ketahui

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
rontok berlebihan
rontok berlebihan Foto: fimela.com

Rambut sering disebut mahkota yang menunjang penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Namun, kerusakan rambut dapat mengurangi keindahan dan kesehatan mahkota tersebut.

Mengenali jenis kerusakan rambut merupakan langkah awal yang krusial untuk penanganan yang tepat.

Memahami karakteristik setiap jenis kerusakan membantu kamu memilih perawatan yang paling sesuai. Ini akan mengembalikan kilau dan kekuatan rambutmu.

1. Rambut Kering dan Kusam

Rambut kering dan kusam kehilangan kilau alaminya, tampak suram atau pucat. Helai rambut terasa kasar saat disentuh, tidak lembut, serta seringkali terlihat tidak sehat.

Kekurangan kelembapan dan minyak alami pada rambut menjadi penyebab utamanya. Keramas terlalu sering, paparan sinar matahari, dan polusi berlebihan juga memperburuk kondisi ini.

Penggunaan alat styling panas, cuaca ekstrem, serta produk perawatan rambut beralkohol atau sulfat turut berkontribusi. Kekurangan nutrisi juga bisa memicu rambut kering.

Untuk mengatasinya, gunakan kondisioner setelah keramas dan masker rambut secara rutin. Batasi penggunaan alat styling panas dan lindungi rambut dari sinar matahari dengan topi.

Pilih sampo dan kondisioner yang melembapkan, serta manfaatkan minyak rambut alami seperti minyak kelapa atau argan. Asupan nutrisi seimbang juga penting untuk kesehatan rambut.

2. Rambut Bercabang

Rambut bercabang memiliki ciri khas ujung helai rambut yang terbelah menjadi dua atau lebih. Kondisi ini seringkali membuat rambut terlihat tidak rapi.

Penyebab utamanya adalah sering menggunakan alat styling panas seperti catokan atau blow dryer. Proses kimiawi berulang seperti pewarnaan, pelurusan, atau bleaching juga merusak.

Paparan sinar matahari langsung dan kebiasaan menyisir rambut terlalu kasar atau saat basah turut memperparah. Jarang memotong ujung rambut juga menyebabkan penumpukan kerusakan.

Solusi efektifnya adalah rutin memotong ujung rambut (trimming) setiap 6-8 minggu. Sisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang.

Gunakan kondisioner dan masker rambut untuk menjaga kelembapan. Batasi penggunaan alat styling panas dan lindungi rambut dari sinar UV.

3. Rambut Rontok Berlebihan

Rambut rontok berlebihan terjadi ketika jumlah rambut yang rontok jauh lebih banyak dari biasanya. Rambut terlihat menipis dan volumenya berkurang secara signifikan.

Stres jangka panjang menjadi salah satu penyebab utama kerontokan rambut. Penggunaan alat styling panas yang berlebihan juga memicu masalah ini.

Faktor usia, pengobatan tertentu, dan perubahan hormon seperti saat hamil atau hipotiroid dapat memengaruhi. Kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks juga berperan.

Kebiasaan menyisir rambut saat basah juga memperparah kerontokan. Untuk mengatasinya, kelola stres dengan baik dan penuhi asupan nutrisi seimbang.

Gunakan sampo dan kondisioner khusus rambut rontok serta hindari menyisir rambut saat basah. Batasi penggunaan alat styling panas dan hindari mengikat rambut terlalu kencang.

Jika kerontokan rambut parah, konsultasikan kondisi ini dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

4. Rambut Rapuh dan Mudah Patah

Helai rambut rapuh terasa lemah dan mudah patah saat disisir atau disentuh. Sering ditemukan rambut-rambut pendek yang patah di sekitar wajah atau kepala, dan panjang rambut tidak merata.

Kerusakan pada kutikula rambut menyebabkan kondisi ini, di mana rambut kehilangan kelembapan. Penggunaan alat styling panas berlebihan adalah pemicu umum.

Proses kimiawi seperti pewarnaan, bleaching, dan pelurusan juga melemahkan struktur rambut. Kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, zinc, dan asam folat juga berkontribusi.

Menyisir rambut saat basah, mengikat rambut terlalu kencang, dan menggosok rambut basah dengan handuk secara kasar juga memperburuk kerapuhan.

Solusinya adalah menggunakan kondisioner dan masker rambut yang mengandung keratin atau argan oil. Kurangi penggunaan alat styling panas dan selalu gunakan serum pelindung panas.

Sisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang dan hindari mengikat rambut terlalu kencang. Rutin memotong ujung rambut juga membantu menjaga kekuatan helai rambut.

5. Rambut Mengembang dan Sulit Diatur (Frizzy)

Rambut mengembang berlebihan terasa kasar dan sulit ditata atau dirapikan. Kondisi ini membuat rambut tampak tidak terawat.

Rambut kehilangan kelembapan adalah penyebab utama rambut frizzy. Lapisan pelindung rambut atau kutikula yang terganggu juga berperan besar.

Paparan udara dingin atau kering serta udara lembap juga dapat memicu rambut mengembang. Untuk mengatasinya, jaga kelembapan rambut dengan rutin menggunakan kondisioner dan masker.

Batasi penggunaan alat styling panas dan hindari menggosok rambut terlalu keras dengan handuk. Gunakan produk perawatan rambut yang melembapkan secara teratur.

6. Rambut Berminyak dan Lepek

Rambut berminyak dan lepek terlihat kurang bervolume dan terasa berat meskipun baru keramas. Kondisi ini kadang disertai bau apek yang tidak menyenangkan.

Produksi minyak atau sebum berlebih di kulit kepala menjadi penyebab utama. Suhu udara panas dan menutup kepala saat rambut masih basah juga memperburuk kondisi ini.

Kebiasaan menyisir rambut terlalu sering atau jarang mencuci sisir turut berkontribusi. Salah mengaplikasikan kondisioner terlalu dekat pangkal rambut juga memicu minyak berlebih.

Keramas terlalu sering justru dapat memicu produksi minyak lebih banyak. Salah memilih sampo, faktor makanan, hormon, dan stres juga memengaruhi.

Lindungi rambut dari panas dan polusi serta rutin membersihkan sisir. Aplikasikan kondisioner hanya pada batang hingga ujung rambut.

Pilih sampo dengan formula ringan untuk rambut berminyak dan batasi frekuensi keramas. Hindari menyentuh rambut terlalu sering dan bisa mencoba masker rambut alami atau dry shampoo.

7. Rambut Rusak Akibat Proses Kimia

Rambut yang rusak akibat proses kimia menjadi kering, kasar, rontok, dan rapuh. Kondisi ini juga menyebabkan rambut mudah patah, bercabang, dan warnanya memudar.

Rambut juga menjadi kusut dan kulit kepala bisa menjadi sensitif atau iritasi. Pewarnaan rambut, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan yang menggunakan bahan kimia keras adalah penyebabnya.

Proses kimiawi yang dilakukan berulang kali tanpa jeda juga merusak struktur rambut. Untuk mengatasinya, hentikan sementara paparan bahan kimia.

Gunakan produk perbaikan struktur rambut (bond repair) dan rutin menggunakan kondisioner serta masker rambut intensif. Pilih produk pewarna rambut dengan kandungan bahan alami.

Gunakan hair oil secara teratur dan konsultasikan dengan ahli perawatan rambut atau dokter kulit jika kerusakan parah.

8. Rambut Rusak Akibat Panas Berlebih

Rambut yang rusak akibat panas berlebih menjadi kering, kusam, dan rapuh. Kondisi ini juga menyebabkan rambut mudah patah dan bercabang.

Penggunaan alat styling rambut seperti hair dryer, catokan, atau curling iron terlalu sering atau pada suhu tinggi adalah penyebabnya. Paparan sinar matahari berlebihan juga merusak rambut.

Batasi penggunaan alat styling panas dan selalu gunakan serum pelindung panas (heat protectant) sebelum styling. Keringkan rambut dengan cara diangin-anginkan atau menggunakan handuk microfiber.

Lindungi rambut dari sinar matahari dengan topi atau produk SPF khusus rambut. Keramas dengan air dingin juga dapat membantu menjaga kesehatan rambut.

9. Rambut Kusut

Rambut kusut mudah kusut, sulit disisir, dan terasa kasar. Kondisi ini seringkali menyulitkan dalam penataan rambut.

Kerusakan pada kutikula rambut dan rambut yang kering kehilangan kelembapan adalah penyebab utamanya. Menggosok rambut terlalu keras dengan handuk juga memicu kekusutan.

Menyisir rambut saat masih basah juga dapat memperparah kondisi rambut kusut. Jaga kelembapan rambut dengan kondisioner dan masker secara rutin.

Sisir rambut dengan perlahan menggunakan sisir bergigi jarang. Hindari menggosok rambut terlalu keras dengan handuk untuk mencegah kekusutan.

10. Kulit Kepala Gatal dan Berketombe

Kulit kepala gatal dan berketombe memiliki ciri khas kulit kepala yang terasa gatal. Kondisi ini disertai munculnya serpihan putih ketombe pada rambut dan bahu.

Kulit kepala kering atau iritasi adalah penyebab umum dari masalah ini. Produksi minyak berlebih pada kulit kepala juga bisa menyebabkan rambut lepek dan ketombe.

Penggunaan sampo yang tidak sesuai juga dapat memicu kulit kepala gatal dan berketombe. Untuk mengatasinya, gunakan sampo khusus untuk kulit kepala gatal dan berketombe.

Atasi masalah rambut berminyak jika ada. Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit jika kondisi tidak membaik setelah perawatan mandiri.

Mengenali jenis kerusakan rambut adalah langkah pertama yang penting untuk perawatan yang efektif. Konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kesehatan dan keindahan rambutmu.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, dove.com, halodoc.com, hellosehat.com, themensclinic.co.id, kino.co.id, clearhaircare.com, loreal-paris.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update